WAGs Timnas Inggris Terancam Tak Bisa Dukung Pasangannya Dari Dekat

Harry Kane tak bisa bersama Kate Goodland saat membela timnas Inggris di piala dunia

WAGs timnas Inggris  diketahui sempat tidak senang setelah mendapatlkan kabar bahwa mereka tak bisa memberi dukungan kepada pasangannya di Rusia saat berlaga di turnamen Piala Dunia mendatang. Bagaimana tidak, mereka harus tinggal jauh dari pasangannya saat mereka berlatih bahkan juga saat bertanding.

Memang ini bukanlah pertama kalinya timnas Inggris mendapatkan larangan ini. Pasalnya, pada tahun 2010 lalu di Piala Dunia di Afrika Selatan, manajer Inggris Fabio Capello telah  melarang para WAGs dari para pemainnya untuk membatasi kunjungan mereka setidaknya sekali seminggu. Ia melakukan hal tersebut untuk menghindari gangguan dan tetap fokus saat latihan ataupun saat pertandingan.

Wags Dele Alli yaitu Ruby Mae memberi dukungan langsung dilapangan
Wags Dele Alli yaitu Ruby Mae memberi dukungan langsung dilapangan

Kini mereka mengalaminya lagi. WAGs cantik Jamie Vardy  yaitu Rebekah Vardy, Wags Dele Alli yaitu Ruby Mae serta WAGs dari Harry Kane yaitu Katie Goodland, semuanya tak bisa memberi semangat secara langsung kepada pasangannya di Rusia nanti walaupun mereka melakukan perjalanan menuju Rusia. Pasalnya FA juga telah menempatkan larangan ketat pada para bintang mereka pada hari pertandingan, yang berarti mereka tidak akan dapat melihat belahan jiwa mereka yang lain.

Wags Jamie Vardy  yaitu Rebekah Vardy memberi dukungannya dilapangan
Wags Jamie Vardy  yaitu Rebekah Vardy memberi dukungannya di lapangan

Manajer Inggris saat ini yaitu Gareth Southgate juga memahami keputusan hal tersebut namun tidak seketat itu. Ia lebih memilih mengizinkan keluarga mereka datang untuk menghabiskan waktu dengan pemain di hotel tim, sehari setelah pertandingan untuk membantu mereka bersantai.

Ia sempat mengatakan.  “Saya tidak pernah berpikir ada satu turnamen di mana seluruh keluarga telah bersama kami sepanjang waktu. “.

“Tetapi apakah saya akan mendorong keluarga untuk datang dan mengizinkan para pemain untuk melihat mereka sehari setelah pertandingan, tentu saja saya akan melakukannya. Bagi sebagian orang, itu akan sangat penting. Memang sedikit sedih untuk keluarga saya. Namun saya tetap di sana dan saya akan fokus dan saya tidak ingin terganggu. ”

 

Masuk akal juga bahwa para WAGs timnas Inggris  tidak senang setelah mendapatkan kabar bahwa mereka tak bisa memberi dukungan kepada pasangan mereka agar bisa meningkatkan sepak terjang para pemain timnas Inggis di Piala Dunia hingga saat ini. Namun mengingat keamanan yang terjadi beberapa bulan belakangan dan demi fokus mereka pelatihan dan pertandingan, sepertinya tak kan terlalu menyakitkan jika tak bertemu hanya satu sampai empat minggu kedepan.

 

FA Tak Beri Layanan Yang Sama Tahun ini, WAGs Timnas Inggris Harus Sewa Bodyguard

Sam Cooke merencanakan perjalanan menemani Chris Smalling di Piala Dunia Rusia

Belum lama ini para WAGs dari pemain timnas Inggris mengungkapkan bahwa mereka mendukung pasangannya di Piala Dunia 2018 dimana saat ini diadakan di Rusia. Pasalnya FA telah lepas tangan dan tak memberikan jaminan keamanan yang nyata kepada mereka. Bahkan mereka ingin menyewa jasa keamanan bodyguard tanpa senjata mereka sangat kesulitan karena perusahaan itu tak berani mengizinkan timnya dengan kondisi saat ini.

Sam Cooke merencanakan perjalanan menemani Chris Smalling di Piala Dunia Rusia
Sam Cooke merencanakan perjalanan menemani Chris Smalling di Piala Dunia Rusia

Memang timnas Inggris telah berhasil lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa, dan bertengger dipuncak klasemen. Hal ini bererti mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju Rusia pada bulan Juni mendatang yang diketahui sekitar satu minggu lebih bahkan sampai satu bulan jika mereka berhasil menuju final Piala Dunia tahun ini.

Tentu Istri atau pacar dan juga keluarga mereka ingin mendukung dari dekat, baik saat latihan maupun dilapangan. Dan hal ini membuat mereka harus terbang menuju Rusia walaupun harus merogoh kantong yang cukup dalam.

Namun para WAGs timnas Inggris itu kini diketahui takut menuju negara terbesar di dunia itu mengingat situasi yang terjadi antar kedua negara. Tidak hanya sebatas kenangan menakutkan yang terjadi dua tahun lalu di Piala Euro 2016 lalu, dimana penggemar fanatik Rusia melakukan aksi kekerasan terhadap pendukung timnas Inggris. Namun hal ini diperparah ke tingkat politik kedua negara.

Sergei Skripal dan putrinya Yulia yang diracuni saat di Salisbury Inggris
Sergei Skripal dan putrinya Yulia yang diracuni saat di Salisbury Inggris

Memang beberapa dari mereka terpaksa untuk memilah pengawal mereka sendiri musim panas mendatang untuk menemani mereka di Rusia. Namun diketahui banyak perusahaan-perusahaan keamanan tidak mengizinkan pasukannya pergi di tengah kekhawatiran akan serangan balas dendam terhadap mantan agen mata-mata Rusia yaitu Sergei Skripal yang sempat diracuni pada bulan Maret lalu bersama putrinya di Salisbury, Inggris,.

Memang FA sebelumnya secara tradisional bertindak sebagai agen perjalanan sebelum turnamen, membantu Wags mengelola transportasi, akomodasi, dan keamanan. Namun beberapa waktu yang lalu, WAGs dari pemain timnas Inggris itu diberitahu secara mendadak bahwa layanan yang sama tidak akan ditawarkan di tahun ini.

Sebuah sumber sepak bola mengatakan, “Para Wags tidak terkesan dengan hal ini. “.

“Dengan waktu yang sempit , beberapa dari mereka harus mengambil tindakan sendiri.Keamanan adalah perhatian utama. Hotel dan transportasi dapat dengan mudah dipilah namun memastikan mereka dan keluarga mereka aman itu adalah masalah besar.“.

“Satu perusahaan keamanan mengatakan mereka tidak akan melakukan perjalanan ke Rusia dalam iklim saat ini. Mereka mengatakan bahwa pengawal tanpa senjata tidak akan ada gunanya, sementara yang lain mengatakan hal yang senada ‘pistol saja tidak akan cukup’. ”

Istri dari Jamie Vardy yaitu Rebekah Vardy ingin menuju Rusia juga
Istri dari Jamie Vardy yaitu Rebekah Vardy ingin menuju Rusia juga

WAGs yang sempat diperkirakan akan bepergian  AGs cantik Jamie Vardy yaitu Rebekah Vardy, WAGs Dele Alli yaitu Ruby Mae, WAGs dari Harry Kane yaitu Katie Goodland, WAGs dari Chris Smalling yaitu Sam Cooke.

Dengan FA telah lepas tangan dan tak memberikan jaminan keamanan yang nyata kepada mereka. WAGS timnas Inggris terancam tak bisa memberi dukungan pasangannya di di Piala Dunia 2018 Rusia mendatang. Mungkinkah mereka tetap memaksakan keinginannya dan telah menemukan solusinya hingga kini?

 

Diizinkan Menggunakan Bodyguard, FA Masukkan WAGs Timnas Inggris Sebagai Delegasi Mereka

WAGS Ashley Cole yang dijaga Body Guard

Para WAG timnas Inggris diketahui akan dilindungi oleh oleh Asosiasi Sepakbola FA untuk ini mencegah hal-hal yang tak diinginkan di Piala Dunia 2018 mendatang. Hal ini diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada para pemain timnas Inggris, saat bertanding di turnamen tersebut. Dan inilah beberapa cara FA terbaru melindungi WAG timnas Inggris.

Seorang juru bicara dari badan keamanan Inggris menegaskan di awal bulan lalu bahwa anggota keluarga baik staf pelatih dan pemain, akan dilindungi selama keberadaan mereka di turnamen sepakbola. Caranya yaitu mereka dianggap sebagai bagian dari delegasi FA resmi, dan dengan hal ini mereka akan lebih diperhatikan keamanannya.

Meskipun demikian, beberapa pemain yang ingin menambah keamanan mereka diizinkan untuk menyewa penjaga keamanan pribadi untuk menemani keluarga mereka di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan diantara dua negara yaitu Rusia dan inggris.

WAGS Ashley Cole yang dijaga Body Guard
WAGS Ashley Cole yang dijaga Body Guard

Tengok saja dua tahun lalu dimana saat babak kualifikasi grup B di Piala Eropa 2016 berlangsung, pendukung fanatik Rusia melakukan kekerasan terhadap pendukung Inggris, yang mengakibatkan kekacauan di Marseille, Prancis. Sementara itu, ketegangan juga diperkirakan akan meningkat setelah mantan mata-mata Rusia yaitu Sergei Skripal dan putrinya Yulia diracuni di Salisbury, Inggris.

Namun FA berusaha memberikan Gareth Southgate dan para pemainnya ketenangan pikiran selama Piala Dunia berlangsung dengan memperbanyak jumlah delegasi mereka ke keluarga sang pemain untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 2006 di Jerman.

Pasalnya 12 tahun yang lalu, WAGs pemain timnas Inggris dan keluarganya mereka berbasis di sebuah hotel bintang lima, padahal mereka hanya membutuhkan perjalanan singkat dari Inggris. Mereka juga terlalu fokus dari sorotan media dan terlalu banyak gangguan untuk tim, dengan Sven Goran Eriksson membiarkan para pemainnya menghabiskan terlalu banyak waktu di hotel WAGs.

Tentu situasinya akan berbeda saat ini, dimana jarak tempuh mereka dari Inggris juga cukup jauh. Selain itu, pertemuan dengan para pemain juga sangat dibatasi. Meskipun demikian, mereka tetap dijaga keamanannya selama di Rusia.

FA mengatakan rincian pengaturan mereka akan tetap menjadi rahasia yang dijaga ketat sebagai bagian dari langkah keamanan mereka dan masih belum jelas berapa banyak anggota keluarga yang berniat melakukan perjalanan ke Rusia. Namun operasi itu tentu akan menjadi rumit oleh kenyataan bahwa beberapa pasangan dan anggota keluarga akan terbang masuk dan keluar dari Rusia untuk pertandingan.

WAGs Dele Alli - Ruby Mae
Ruby Mae salah satu WAGs dari timnas Inggris yang perlu dilindungi

Sementara Southgate menginginkan suasana yang lebih santai di kamp Inggris di musim panas ini, maka  anggota keluarga diharapkan untuk tinggal sekitar 30 mil dan sampai satu jam perjalanan jauhnya seperti di St Petersburg yang keamanannya juga lebih terjamin. Selain itu mereka juga diizinkan bertemu sehari setelah timnas Inggris bertanding.

Dengan beberapa cara terbaru FA melindungi mereka,  diharapkan WAGs timnas Inggris yang terancam tak bisa mendukung pasangannya dari dekat di Piala Dunia 2018, bisa kembali menyemangati pasangannya secara langsung di lapangan. Dan ini bisa meningkatkan sepak terjang para pemain timnas Inggis di turnamen ini.

 

Inilah Biaya WAGS Timnas Inggris Untuk Mendukung Pasangannya di Piala Dunia 2018

WAGs cantik timnas Inggris ini terancam tidak bisa dukung pasangannya di Piala Dunia 2018

Para WAGs timnas Inggris terancam tak bisa mendukung pasangannya dari dekat di Piala Dunia 2018. Pasalnya FA telah menyarankan mereka untuk tak berinteraksi secara langsung selama turnamen Dan jika mereka ingin tetap menuju Rusia pada bulan Juni mendatang, maka mereka harus mengeluarkan biaya sendiri, yang jumlahnya sekitar 10 ribu poundsterling.

Dele Alli, Chris Smalling dan Chris Smalling bersama WAGs
Dele Alli, Chris Smalling dan Chris Smalling bersama WAGs

Memang FA telah mengumumkan sarannya beberapa waktu yang lalu agar para WAGs pemain timnas tidak berinteraksi secara langsungbaik saat bertanding ataupun berlatih, demi menjaga para pemain agar tetap fokus dan laga Piala Dunia menjadi maksimal.

Tentu saja para WAGs seperti Rebekah Vardy (WAGs Jamie Vardy ), Ruby Mae (Wags Dele Alli( serta Katie Goodland (WAGs dari Harry Kane), tak menolak saran itu dan tetap berusaha untuk menemani pasangannya di Rusia.

Diprediksi jika mereka ingin menuju Rusia, mereka harus merogoh kantong sebesar 10 ribu poundsterling atau sekitar 175 juta rupiah untuk mewujudkan keinginan mereka. Belum lagi biaya akomodasi, biaya transportasi, dan biaya hidup selama mereka di Rusia. Apalagi yang namanya wanita, pasti suka berbelanja dan memburu fashion serta aksesorisnya, yang jumlahnya juga takkan sedikit.

WAGs cantik timnas Inggris ini terancam tidak bisa dukung pasangannya di Piala Dunia 2018
Para WAGs cantik timnas Inggris ini terancam tidak bisa ke Rusia karena biaya tinggi

Selain itu, mereka perlu biaya tambahan lagi untuk menyewa jasa keamanan selama tinggal disana. Hal ini dikarenakan meningkatnya ketegangan antara pemerintah Rusia dan Inggris, ditambah kekhawatiran serangan terhadap para penggemar Inggris oleh penggemar fanatik Rusia, seperti yang dilakukan dua tahun lalu di Piala Euro Prancis, dimana pertarungan dua kubu itu mengakibatkan bentrokan hebat, bahkan dengan aksi kekerasan.

Meskipun demikian diketahui bahwa Rebekah Vardy, Ruby Mae, Kate Goodland tetap akan menuju Rusia, namun mereka ditawarkan untuk menuju St Petersburg, dimana keamanan lebih terjamin dan hanya membutuhkan waktu setengah jam perjalanan dari tempat pasangan mereka menginap.

Biaya tersebut akan lebih membengkak lagi seandainya timnas Inggris terus melaju di turnamen bahkan jika mereka mampu sampai ke final. Hal ini membuat para WAGs timnas Inggris terancam tak bisa mendukung pasangannya dari dekat di Piala Dunia 2018. Namun demi pasangan tercinta, dan penghasilan pasangan mereka yang besar, sepertinya takkan masalah mereka mengeluarkan biaya sendiri, yang jumlahnya akan lebih dari 10 ribu poundsterling.

 

Masih Ada Peluang Bagi Morata Untuk Ke Piala Dunia

Morata Spanyol Piala Dunia 2018

Penampilan Alvaro Morata menurun menjelang Piala Dunia 2018. Manajer Tim nasional Spanyol, Julen Loptegui menilai tetap ada peluang bagi Morata untuk tampil di Rusia.

Alvaro hengkang dari Real Madrid dan merapat ke Chelsea di bursa transfer musim panas tahun lalu. Di awal kedatangannya, Morata sempat tidak pernah berhenti mencetak gol.

Setelah itu, Morata mengalami masa-masa sulit mencetak gol. Tercatat sejak membobol gawang Brighton & Hove Albion, 26 Desember 2017, mantan pemain Juventus ini tidak pernah lagi mencatatkan namanya di papan skor.

Puasa gol Morata baru berakhir saat Chelsea mengalahkan Leicester City 2 – 1 di perempatfinal Piala FA, Minggu (18 Maret 2018), di mana dia mencetak satu gol untuk mengantarkan The Blues ke semi final. Total Morata sudah bikin 13 gol dari 39 laga musim ini.

Performa melempemnya membuat Morata pun tidak mendapatkan panggilan  dari tim nasional Spanyol untuk menghadapi Jerman dan Argentina dalam pertandingan persahabatan bulan Maret silam.

Spekulasi Morata tidak dibawa ke Piala Dunia pun muncul ke permukaan. Terlebih Spanyol punya banyak pilihan di sektor penyerangan. Mulai dari Paco Alcacer, Diego Costa, hingga striker senior, Fernando Torres.

Manajer Tim nasional Spanyol, Julen Lopetegui menilai Morata sudah membuktikan diri dalam beberapa bulan terakhir. Pria berusia 51 tahun ini mengatakan bahwa tetap ada peluang bagi Morata untuk bermain di Piala Dunia Rusia.

“Saya rasa Alvaro Morata masih ada kemungkinan untuk main di Piala Dunia dan dia tahu itu. Dia sudah menunjukkan dalam beberapa bulan ini pemain seperti apa dia,” ungkap Julen Loptegui seperti yang dilansir FourFourTwo.

Piala Dunia 2018 akan diselenggarakan di Rusia mulai 14 Juni hingga 15 Juli mendatang.

Lopetegui Senang Dengan Perkembangan Asensio Dan Isco

Isco Asensio Spanyol

Piala Dunia 2018 seudah semakin dekat dan pelatih Timnas Spanyol, Julen Lopetegui, tidak pernah absen mengamati perkembangan di Real Madrid. Wajar saja karena di sana ada dua pemain muda jagoannyaa: Marco Asensio dan Isco.

Lopetegui sebelumnya sempat menyatakan kekhawatirannya karena dua pemain ini jang jadi pilihan utama. Namun dalam beberapa waktu belakangan, Lopetegui bisa sedikit tersenyum karena Asensio dan Isco sudah kembali masuk starting eleven.

Isco dan Asensio menjadi salah satu aktor dalam dua kemenangan penting Real Madrid, yakni atas Paris Saint-Germain (Liga Champions) dan Real Betis (La Liga). Lopetegui pun memuji kedua pemain itu.

“Isco menjalani satu pertandingan yang sangat luar biasa dalam panggung sebesar Liga Champions melawan salah satu unggulan juara, Paris Saint-Germain. Ia adalah pemain penting bagi Madrid,” kata dia. Sementara untuk Asensio, saya berpikir sama,” jelas Julen Lopetegui.

Ia berharap para pemainnya dijauhkan dari cedera dan mampu merebut satu kursi sebagai pemain inti di klubnya. “Yang saya harapkan dari pada pemain adalah mereka tetap sehat, tetap fokus, dan berperan penting di timnya.”

Lopetegui juga berharap para pemainnya bahagia menjalani pertandingan demi pertandingan di klubnya. “Semakin banyak peranan satu pemain dalam klubnya, makin besar peluang kami di Piala Dunia,” kata dia.

Di putaran final Piala Dunia 2018 Rusia, Julen Lopetegui bersama Spanyol tergabung dalam Grup B, bersaing dengan Iran, Maroko, dan juara bertahan Piala Eropa, Portugal. La Furia Roja sudah mengikuti Piala Dunia sebanyak 15 kali dengan sekali menjadi juara di tahun 2010.

Legenda Argentina Jagokan Spanyol Di Piala Dunia 2018

Spanyol Piala Dunia 2018

Mantan penggawa tim nasional Argentina, Juan Roman Riquelme, memprediksi soal tim manakah yang akan menjadi juara di Piala Dunia 2018. Riquelme memprediksi negaranya dan Spanyol merupakan dua kandidat terkuat juara Piala Dunia 2018.

Juan Roman Riquelme menilai jika tim nasional Argentina dan Spanyol memiliki peluang terbesar untuk meraih prestasi tertinggi di kompetisi sepakbola terakbar 4 tahunan tersebut.

Riquelma menyebut jika Spanyol punya gaya permainan sepakbola indah dengan penyerangan yang agresof. Ia pun beranggapan jika Argentina gagal memenangkan Piala Dunia 2018, maka dirinya akan menjagokan Spanyol untuk merengkuh trofi tersebut.

“Saya kira banyak memfavoritkan Spanyol menjadi juara karena mereka punya teknik permainan sepakbola indah. Jika Argentina gagal juara, saya menjagokan Spanyol,” ungkap Riquelme seperti yang dilansir dari Marca.

Selain kedua tim favoritnya itu, Riquelme (39 tahun) juga tidak lupa menyebut kesebelasan Brasil dan timnas Jerman sebagai tim kuat bisa melangkah jauh di ajang Piala Dunia 2018.

Terlebih, ia menuturkan Brasil sekarang diperkuat oleh sejumlah pemain hebat, seperti Neymar da Silva dan Phillipe Coutinho. Ia pun juga menyoroti ambisi juara bertahan Jerman untuk kembali mendapatkan trofi empat tahunan itu.

Tak hanya itu, Riquelme memperingatkan Argentina untuk hati-hati dengan timnas Prancis yang diperkuat oleh sejumlah pemain unggulan. Walaupun begitu, peta persaingan Piala Dunia 2018 akan berlangsung dengan sangat panas dan tim-tim kuda hitam siap memberikan kejutan.

Jadwal Lengkap Pertandingan Liga Primer Inggris Pekan Ini

Jadwal Lengkap Pertandingan Liga Primer Inggris Pekan Ini

Chelsea masih memuncakki klasemen sementara Premier League saat ini dengan keunggulan tujuh poin atas Rival tedekatnya, tottenham Hotspur. Namun, sisa tujuh pertandingan musim ini akan jadi laga final bagi The Blues, termasuk saat berhadapan dengan manchester United di old Trafford Stadium akhir pekan ini. Sedangkan Tottenham sendiri akan menjamu Bournemouth.

Jadwal Lengkap Pertandingan Liga Primer Inggris Pekan Ini

Di Lain sisi, Liverpool yang masih menempati peringkat ketiga akan berhadapan dengan West Bromwich Albion, tentu ini adalah laga yang penting bagi tim Marseyside untuk mempertahankan posisi mereka di zona Liga Champions mengingat kehadiran Manchester city pada peringkat keempat saat ini. Citizen akan memainkan laga tandang yang sulit, dimana mereka bakal berhadapan dengan Southampton. Untuk selengkapnya berikut jadwal pertandingan Liga Primer Inggris akhir pekan ini.
Sabtu, 15 April 2017

– Pukul 18:30 WIB Tottenham Hotspur FC VS AFC Bournemouth , di White Hart Lane, London
– Pukul 21:00 WIB Crystal Palace FC VS Leicester City FC , di Selhurst Park, London
– Pukul 21:00 WIB Everton FC VS Burnley FC , di Goodison Park, Liverpool
– Pukul 21:00 WIB Stoke City FC VS Hull City AFC , di Bet365 Stadium, Stoke-on-Trent, Staffordshire
– Pukul 21:00 WIB Sunderland AFC VS West Ham United FC , di Stadium of Light, Sunderland, London
– Pukul 21:00 WIB Watford FC VS Swansea City AFC , di Vicarage Road Stadium, Watford
– Pukul 23:30 WIB Southampton FC VS Manchester City FC , di St. Mary’s Stadium, Southampton, Hampshire

Minggu, 16 April 2017

– Pukul 19:30 WIB West Bromwich Albion FC VS Liverpool FC , di The Hawthorns, West Bromwich
– Pukul 22:00 WIB Manchester United FC VS Chelsea FC , di Old Trafford Stadium, Manchester

Selasa, 18 April 2017

– Pukul 02:00 WIB Middlesbrough FC VS Arsenal FC , di Riverside Stadium, Middlesbrough

Untuk hasil pertandingan serta klasmen terbaru Liga Inggris tongkrongin terus bolaligainggris, yang menyajikan informasi terbaru Premier League!

Carrick Mungkin Urungkan Niat Gabung Newcastle

Carrick Mungkin Urungkan Niat Gabung Newcastle

Gelandang Gaek asal Inggris tersebut mengakui bahwa dia sempat bermimpi untuk kembali membela klub idolanya tersebut, namun setelah dipikir-pikir, Carrick akan mengurungkan niatnya, karena masih begitu menikmati karirnya bersama dengan manchester United.

 

Carrick Mungkin Urungkan Niat Gabung Newcastle

Newcastle United sepertinya harus melupakan keinginan mereka untuk menggaet gelandang senior Manchester United, Michael Carrick. Pasalnya, mantan pemain timnas Inggris tersebut mungkin bakal mengurungkan niatnya untuk merapat ke St. James Park lagi di musim panas mendatang.

 

Sebagai informasi, Carrick memang tidak pernah bermain bagi Newcastle United, tapi di masa lalu, tepatnya saat masih bocah, sang kapten United mengaku sangat mengidolakan Newcastle, dan sempat bermimpi ingin membela klub tersebut suatu saat nanti.

 

Hal tersebutlah yang membuatnya dikaitkan dengan The Maghpies seiring kontraknya dengan Manchester United yang akan segerra berakhir. Namun pemain yang berposisi sebagai gelandang itu sudah melupakan mimpinya, dan sekarang hanya ingin menikmati karir bersama Setan Merah.

 

“Tidak, saya rasa mimpi saya bermain untuk Newcastle itu sudah berlalu. Ketika saya masih kecil, saya memang salah satu fan mereka. Saya pernah bermimpi pada suatu saat saya bisa bermain di sana namun saya merasa bahwa saya adalah sosok yang beruntung karena bermain bagi tim sebesar manchester United dalam waktu yang cukup lama,”

 

“Kesempatan itu sangat sulit didapat pemain lain. Lantas, apakah dan kapan saya akan meninggalkan manchester United? Saya akan memikirkan hal tersebut, tapi yang jelas, sekarang Saya sudah berada di sini sekian lama dan saya menikmatinya. Saya pastikan tak akan bermain di klub Inggris yang lain. Kita akan melihat apa yang akan terjadi, Saya sama sekali belum punya rencana baru, karena saya menikmati karir saya di sini” kata Carrick.

Ditekuk Crotone, Stefano Pioli Marah Besar

Ditekuk Crotone, Stefano Pioli Marah Besar

Sang manajer enggan mencari-cari alasan untuk menjadi kambing hitam kekalahan timnya dalam laga tersebut, karena yang pasti, Inter Milan tampil buruk di seluruh aspek, sehingga harus membayar mahal performa buruk tersebut dengan kekalahan.

 

Ditekuk Crotone, Stefano Pioli Marah Besar

Mimpi Inter milan untuk kembali mentas di ajang Liga Champions Eropa musim depan sepertinya akan kembali tertimbun fakta bahwa mereka belum mampu menembus Zona Tiga besar di akhir musim. Pasalnya, La Benamata baru saja telan kekalahan mengejutkan dari tim penghuni Zona Degradasi, Crotone.

 

Sebagaimana diketahui, La Beneamata bertandang ke markas Crotone dalam lanjutan Serie A Italia Giornata ke-31 pada Minggu kemarin (09/04) Waktu setempat. Pertandingan tersebut berlangsung buruk bagi tim tamu, mereka bahkan sudah kebobolan dua gol saat laga baru memasuki menit ke-22. Sempat berharap membalikkan kedudukan setelah D’Ambrosio mencetak gol di babak kedua, tapi tak ada gol lagi yang mereka ciptakan hingga pluit panjang berbunyi.

 

Kekalahan ini begitu menyakitkan dirasa oleh para penggawa Inter Milan, bahkan pelatih Stefano Pioli pun geram dibuatnya. Terlebih melihat fakta bahwa Crotone adalah tim yang menghuni zona Degdarasi di klasemen sementara.

 

“Kami memang terlalu banyak melakukan kesalahan dalam laga itu, dan wajar kami membayarnya dengan harga yang mahal. Kami sempat berusaha bangkit, namun sudah terlambat, karena keterpurukan sudah menjumpai kami sejak awal”

 

“Para pemain juga sangat buruk dalam bersikap juga mentalitasnya, kami tidak menunjukkan spirit dan itu adalah kesalahan semua pemain. Harusnya, kami bisa lebih fokus, ini adalah kekalahan yang menyakitkan, tapi tiada guna mencari alasan, kami butuh reaksi positif untuk bisa mendapatkan tempat yang lebih baik lagi di klasemen” Kata Pioli kepada Reporter.