WAGs Timnas Inggris Terancam Tak Bisa Dukung Pasangannya Dari Dekat

Harry Kane tak bisa bersama Kate Goodland saat membela timnas Inggris di piala dunia

WAGs timnas Inggris  diketahui sempat tidak senang setelah mendapatlkan kabar bahwa mereka tak bisa memberi dukungan kepada pasangannya di Rusia saat berlaga di turnamen Piala Dunia mendatang. Bagaimana tidak, mereka harus tinggal jauh dari pasangannya saat mereka berlatih bahkan juga saat bertanding.

Memang ini bukanlah pertama kalinya timnas Inggris mendapatkan larangan ini. Pasalnya, pada tahun 2010 lalu di Piala Dunia di Afrika Selatan, manajer Inggris Fabio Capello telah  melarang para WAGs dari para pemainnya untuk membatasi kunjungan mereka setidaknya sekali seminggu. Ia melakukan hal tersebut untuk menghindari gangguan dan tetap fokus saat latihan ataupun saat pertandingan.

Wags Dele Alli yaitu Ruby Mae memberi dukungan langsung dilapangan
Wags Dele Alli yaitu Ruby Mae memberi dukungan langsung dilapangan

Kini mereka mengalaminya lagi. WAGs cantik Jamie Vardy  yaitu Rebekah Vardy, Wags Dele Alli yaitu Ruby Mae serta WAGs dari Harry Kane yaitu Katie Goodland, semuanya tak bisa memberi semangat secara langsung kepada pasangannya di Rusia nanti walaupun mereka melakukan perjalanan menuju Rusia. Pasalnya FA juga telah menempatkan larangan ketat pada para bintang mereka pada hari pertandingan, yang berarti mereka tidak akan dapat melihat belahan jiwa mereka yang lain.

Wags Jamie Vardy  yaitu Rebekah Vardy memberi dukungannya dilapangan
Wags Jamie Vardy  yaitu Rebekah Vardy memberi dukungannya di lapangan

Manajer Inggris saat ini yaitu Gareth Southgate juga memahami keputusan hal tersebut namun tidak seketat itu. Ia lebih memilih mengizinkan keluarga mereka datang untuk menghabiskan waktu dengan pemain di hotel tim, sehari setelah pertandingan untuk membantu mereka bersantai.

Ia sempat mengatakan.  “Saya tidak pernah berpikir ada satu turnamen di mana seluruh keluarga telah bersama kami sepanjang waktu. “.

“Tetapi apakah saya akan mendorong keluarga untuk datang dan mengizinkan para pemain untuk melihat mereka sehari setelah pertandingan, tentu saja saya akan melakukannya. Bagi sebagian orang, itu akan sangat penting. Memang sedikit sedih untuk keluarga saya. Namun saya tetap di sana dan saya akan fokus dan saya tidak ingin terganggu. ”

 

Masuk akal juga bahwa para WAGs timnas Inggris  tidak senang setelah mendapatkan kabar bahwa mereka tak bisa memberi dukungan kepada pasangan mereka agar bisa meningkatkan sepak terjang para pemain timnas Inggis di Piala Dunia hingga saat ini. Namun mengingat keamanan yang terjadi beberapa bulan belakangan dan demi fokus mereka pelatihan dan pertandingan, sepertinya tak kan terlalu menyakitkan jika tak bertemu hanya satu sampai empat minggu kedepan.

 

FA Tak Beri Layanan Yang Sama Tahun ini, WAGs Timnas Inggris Harus Sewa Bodyguard

Sam Cooke merencanakan perjalanan menemani Chris Smalling di Piala Dunia Rusia

Belum lama ini para WAGs dari pemain timnas Inggris mengungkapkan bahwa mereka mendukung pasangannya di Piala Dunia 2018 dimana saat ini diadakan di Rusia. Pasalnya FA telah lepas tangan dan tak memberikan jaminan keamanan yang nyata kepada mereka. Bahkan mereka ingin menyewa jasa keamanan bodyguard tanpa senjata mereka sangat kesulitan karena perusahaan itu tak berani mengizinkan timnya dengan kondisi saat ini.

Sam Cooke merencanakan perjalanan menemani Chris Smalling di Piala Dunia Rusia
Sam Cooke merencanakan perjalanan menemani Chris Smalling di Piala Dunia Rusia

Memang timnas Inggris telah berhasil lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa, dan bertengger dipuncak klasemen. Hal ini bererti mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju Rusia pada bulan Juni mendatang yang diketahui sekitar satu minggu lebih bahkan sampai satu bulan jika mereka berhasil menuju final Piala Dunia tahun ini.

Tentu Istri atau pacar dan juga keluarga mereka ingin mendukung dari dekat, baik saat latihan maupun dilapangan. Dan hal ini membuat mereka harus terbang menuju Rusia walaupun harus merogoh kantong yang cukup dalam.

Namun para WAGs timnas Inggris itu kini diketahui takut menuju negara terbesar di dunia itu mengingat situasi yang terjadi antar kedua negara. Tidak hanya sebatas kenangan menakutkan yang terjadi dua tahun lalu di Piala Euro 2016 lalu, dimana penggemar fanatik Rusia melakukan aksi kekerasan terhadap pendukung timnas Inggris. Namun hal ini diperparah ke tingkat politik kedua negara.

Sergei Skripal dan putrinya Yulia yang diracuni saat di Salisbury Inggris
Sergei Skripal dan putrinya Yulia yang diracuni saat di Salisbury Inggris

Memang beberapa dari mereka terpaksa untuk memilah pengawal mereka sendiri musim panas mendatang untuk menemani mereka di Rusia. Namun diketahui banyak perusahaan-perusahaan keamanan tidak mengizinkan pasukannya pergi di tengah kekhawatiran akan serangan balas dendam terhadap mantan agen mata-mata Rusia yaitu Sergei Skripal yang sempat diracuni pada bulan Maret lalu bersama putrinya di Salisbury, Inggris,.

Memang FA sebelumnya secara tradisional bertindak sebagai agen perjalanan sebelum turnamen, membantu Wags mengelola transportasi, akomodasi, dan keamanan. Namun beberapa waktu yang lalu, WAGs dari pemain timnas Inggris itu diberitahu secara mendadak bahwa layanan yang sama tidak akan ditawarkan di tahun ini.

Sebuah sumber sepak bola mengatakan, “Para Wags tidak terkesan dengan hal ini. “.

“Dengan waktu yang sempit , beberapa dari mereka harus mengambil tindakan sendiri.Keamanan adalah perhatian utama. Hotel dan transportasi dapat dengan mudah dipilah namun memastikan mereka dan keluarga mereka aman itu adalah masalah besar.“.

“Satu perusahaan keamanan mengatakan mereka tidak akan melakukan perjalanan ke Rusia dalam iklim saat ini. Mereka mengatakan bahwa pengawal tanpa senjata tidak akan ada gunanya, sementara yang lain mengatakan hal yang senada ‘pistol saja tidak akan cukup’. ”

Istri dari Jamie Vardy yaitu Rebekah Vardy ingin menuju Rusia juga
Istri dari Jamie Vardy yaitu Rebekah Vardy ingin menuju Rusia juga

WAGs yang sempat diperkirakan akan bepergian  AGs cantik Jamie Vardy yaitu Rebekah Vardy, WAGs Dele Alli yaitu Ruby Mae, WAGs dari Harry Kane yaitu Katie Goodland, WAGs dari Chris Smalling yaitu Sam Cooke.

Dengan FA telah lepas tangan dan tak memberikan jaminan keamanan yang nyata kepada mereka. WAGS timnas Inggris terancam tak bisa memberi dukungan pasangannya di di Piala Dunia 2018 Rusia mendatang. Mungkinkah mereka tetap memaksakan keinginannya dan telah menemukan solusinya hingga kini?

 

Masih Ada Peluang Bagi Morata Untuk Ke Piala Dunia

Morata Spanyol Piala Dunia 2018

Penampilan Alvaro Morata menurun menjelang Piala Dunia 2018. Manajer Tim nasional Spanyol, Julen Loptegui menilai tetap ada peluang bagi Morata untuk tampil di Rusia.

Alvaro hengkang dari Real Madrid dan merapat ke Chelsea di bursa transfer musim panas tahun lalu. Di awal kedatangannya, Morata sempat tidak pernah berhenti mencetak gol.

Setelah itu, Morata mengalami masa-masa sulit mencetak gol. Tercatat sejak membobol gawang Brighton & Hove Albion, 26 Desember 2017, mantan pemain Juventus ini tidak pernah lagi mencatatkan namanya di papan skor.

Puasa gol Morata baru berakhir saat Chelsea mengalahkan Leicester City 2 – 1 di perempatfinal Piala FA, Minggu (18 Maret 2018), di mana dia mencetak satu gol untuk mengantarkan The Blues ke semi final. Total Morata sudah bikin 13 gol dari 39 laga musim ini.

Performa melempemnya membuat Morata pun tidak mendapatkan panggilan  dari tim nasional Spanyol untuk menghadapi Jerman dan Argentina dalam pertandingan persahabatan bulan Maret silam.

Spekulasi Morata tidak dibawa ke Piala Dunia pun muncul ke permukaan. Terlebih Spanyol punya banyak pilihan di sektor penyerangan. Mulai dari Paco Alcacer, Diego Costa, hingga striker senior, Fernando Torres.

Manajer Tim nasional Spanyol, Julen Lopetegui menilai Morata sudah membuktikan diri dalam beberapa bulan terakhir. Pria berusia 51 tahun ini mengatakan bahwa tetap ada peluang bagi Morata untuk bermain di Piala Dunia Rusia.

“Saya rasa Alvaro Morata masih ada kemungkinan untuk main di Piala Dunia dan dia tahu itu. Dia sudah menunjukkan dalam beberapa bulan ini pemain seperti apa dia,” ungkap Julen Loptegui seperti yang dilansir FourFourTwo.

Piala Dunia 2018 akan diselenggarakan di Rusia mulai 14 Juni hingga 15 Juli mendatang.

Lopetegui Senang Dengan Perkembangan Asensio Dan Isco

Isco Asensio Spanyol

Piala Dunia 2018 seudah semakin dekat dan pelatih Timnas Spanyol, Julen Lopetegui, tidak pernah absen mengamati perkembangan di Real Madrid. Wajar saja karena di sana ada dua pemain muda jagoannyaa: Marco Asensio dan Isco.

Lopetegui sebelumnya sempat menyatakan kekhawatirannya karena dua pemain ini jang jadi pilihan utama. Namun dalam beberapa waktu belakangan, Lopetegui bisa sedikit tersenyum karena Asensio dan Isco sudah kembali masuk starting eleven.

Isco dan Asensio menjadi salah satu aktor dalam dua kemenangan penting Real Madrid, yakni atas Paris Saint-Germain (Liga Champions) dan Real Betis (La Liga). Lopetegui pun memuji kedua pemain itu.

“Isco menjalani satu pertandingan yang sangat luar biasa dalam panggung sebesar Liga Champions melawan salah satu unggulan juara, Paris Saint-Germain. Ia adalah pemain penting bagi Madrid,” kata dia. Sementara untuk Asensio, saya berpikir sama,” jelas Julen Lopetegui.

Ia berharap para pemainnya dijauhkan dari cedera dan mampu merebut satu kursi sebagai pemain inti di klubnya. “Yang saya harapkan dari pada pemain adalah mereka tetap sehat, tetap fokus, dan berperan penting di timnya.”

Lopetegui juga berharap para pemainnya bahagia menjalani pertandingan demi pertandingan di klubnya. “Semakin banyak peranan satu pemain dalam klubnya, makin besar peluang kami di Piala Dunia,” kata dia.

Di putaran final Piala Dunia 2018 Rusia, Julen Lopetegui bersama Spanyol tergabung dalam Grup B, bersaing dengan Iran, Maroko, dan juara bertahan Piala Eropa, Portugal. La Furia Roja sudah mengikuti Piala Dunia sebanyak 15 kali dengan sekali menjadi juara di tahun 2010.

Legenda Argentina Jagokan Spanyol Di Piala Dunia 2018

Spanyol Piala Dunia 2018

Mantan penggawa tim nasional Argentina, Juan Roman Riquelme, memprediksi soal tim manakah yang akan menjadi juara di Piala Dunia 2018. Riquelme memprediksi negaranya dan Spanyol merupakan dua kandidat terkuat juara Piala Dunia 2018.

Juan Roman Riquelme menilai jika tim nasional Argentina dan Spanyol memiliki peluang terbesar untuk meraih prestasi tertinggi di kompetisi sepakbola terakbar 4 tahunan tersebut.

Riquelma menyebut jika Spanyol punya gaya permainan sepakbola indah dengan penyerangan yang agresof. Ia pun beranggapan jika Argentina gagal memenangkan Piala Dunia 2018, maka dirinya akan menjagokan Spanyol untuk merengkuh trofi tersebut.

“Saya kira banyak memfavoritkan Spanyol menjadi juara karena mereka punya teknik permainan sepakbola indah. Jika Argentina gagal juara, saya menjagokan Spanyol,” ungkap Riquelme seperti yang dilansir dari Marca.

Selain kedua tim favoritnya itu, Riquelme (39 tahun) juga tidak lupa menyebut kesebelasan Brasil dan timnas Jerman sebagai tim kuat bisa melangkah jauh di ajang Piala Dunia 2018.

Terlebih, ia menuturkan Brasil sekarang diperkuat oleh sejumlah pemain hebat, seperti Neymar da Silva dan Phillipe Coutinho. Ia pun juga menyoroti ambisi juara bertahan Jerman untuk kembali mendapatkan trofi empat tahunan itu.

Tak hanya itu, Riquelme memperingatkan Argentina untuk hati-hati dengan timnas Prancis yang diperkuat oleh sejumlah pemain unggulan. Walaupun begitu, peta persaingan Piala Dunia 2018 akan berlangsung dengan sangat panas dan tim-tim kuda hitam siap memberikan kejutan.